Teori
kecelakaan kerja yang terkenal adalah teori Domino yang dikemukakan oleh
Heinrich. Teori Domino digambarkan seperti dibawah ini :
Gambar 2.1 Domino
Berjajar Tegak
Keterangan:
a.
Hereditas (keturunan)
Misalnya:
1)
Keras kepala
2)
Pengetahuan lingkungan jelek
Karena hal
tersebut diatas akhirnya kurang hati-hati dan akibatnya akan terjadi
kecelakaan.
b.
Kesalahan manusia
Kelemahan sifat perseorangan yang
menunjang terjadinya kecelakaan.
Misalnya :
1)
Kurang pendidikan
2) Angkuh
3)
Cacat fisik atau mental
Karena sifat diatas, timbul
kecenderungan kesalahan dalam kerja yang akhirnya mengakibatkan kecelakaan.
c.
Perbuatan salah karena kondisi
bahaya (tak aman)
Misalnya:
1) Secara fisik/mekanik meninggalkan alat pengaman
2) Pencahayaan tidak memadai
3) Mesin sudah tua
4) Mesin tidak ada pelindungnya
d. Kesalahan (accident)
Misalnya:
1)
Akan menimpa pekerja
2)
Mengakibatkan kecelakaan orang
lain (termasuk keluarganya)
e.
Dampak kerugian
Misalnya:
1)
Pekerja: luka, cacat, tidak
mampu bekerja atau meninggal dunia
2)
Supervisor: kerugian biaya
langsung dan tak langsung
3)
Konsumen: pesanan tertunda dan
barang terjadi langka
( Santoso, 2004:4)
Apabila
salah satu jatuh, maka akan mengenai semua, akhirnya sama-sama jatuh (sesuai
arah panah, lihat gambar 2.2)
Gambar 2.2
Domino Jatuh Semua
Untuk
mengatasi agar yang lainnya tidak berjatuhan, salah satu domino misalnya no. 3
harus diambil. (lihat gambar 2.3). Dengan demikian kecelakaan kerja yang lain
dapat di hindari. Hal tersebut juga merupakan pencegahan kecelakaan. ( Santoso,
2004:4)
Gambar 2.3 Domino
(bagian) Yang Rentan Diambil
Menurut
Heinrich, ditempat kerja dimana kecelakaan terjadi banyak terdapat kondisi
tidak aman dan banyak tindakan tidak aman dilakukan (Kardjono, 1984:5)
Menurut
Frank E.Bird Petersen bahwa dalam penerapan teori Heinrich terdapat kesalahan
prinsipil. Orang terpaku pada pengambilan salah satu domino yang seolah-olah
menanggulangi penyebab utama kecelakaan, yakni kondisi atau perbuatan tak aman.
Tetapi mereka lupa untuk menelusuri sumber yang mengakibatkan kecelakaan. Frank
E. Bird Petersen mengadakan modifikasi dari teori Domino Heinrich dengan
menggunakan teori manajemen, yang intinya sebagai berikut :
I.
Manajemen → Kurang control
↓
II.
Sumber → Penyebab utama
↓
III.
Gejala → Penyebab langsung (praktek dibawah
standar)
↓
IV.
Kontak → Peristiwa (kondisi di bawah standar)
↓
V.
Kerugian → Gangguan (tubuh
maupun harta benda)
(Santoso , 2004:6)
Usaha
pencegahan kecelakaan kerja hanya berhasil apabila dimulai dari memperbaiki
manajemen tentang keselamatan dan kesehatan kerja, kemudian praktek dan kondisi
di bawah standar merupakan penyebab utama akibat kesalahan manajemen.
Disebutkan pula, bahwa setiap 1 kecelakaan
berat akan disertai 10 kecelakaan ringan, 30 kecelakaan harta benda, dan
600 kejadian lainnya yang hampir celaka. ( Santoso , 2004:6).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar